Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Deputi Ketua Dewan Keamanan Belarus, Brigadir Jenderal Vladimir Archakov, Sabtu (19/12/2021) mengatakan, "Sepertinya mereka mengharapkan sebuah pertempuran serius, tapi mereka tidak berpikir bahwa jika perang pecah, benturan pusat-pusat kekuatan dengan mudah dapat menghapus mereka dari peta."
Pada saat yang sama Brigjen Vladimir Archakov menuduh negara-negara kawasan Baltik memperburuk ketegangan di kawasan, dan menurutnya dari segi militer, kemampuan negara-negara itu sangat minim.
Ia menambahkan, pergerakan Polandia lebih mengkhawatirkan, dan dengan maksud meningkatkan potensi politik dalam rangka menghadapi ancaman Rusia, negara ini secara aktif meningkatkan kerja sama militer dengan Amerika Serikat.
"AS menggunakan zona udara Polandia untuk memata-matai Belarus, dan informasi yang ada menunjukkan sekitar 4.000 tentara AS sudah ditempatkan di perbatasan Polandia-Belarus, dan jumlah ini akan bertambah," ujarnya. (HS)
342/